Copywriting untuk UMKM bukan tentang menggunakan kata-kata yang terdengar rumit. Copywriting yang baik membantu calon pelanggan memahami masalah, manfaat produk, dan alasan untuk mengambil tindakan.
Apa itu copywriting?
Copywriting adalah penulisan yang bertujuan mendorong pembaca melakukan tindakan tertentu. Tindakan tersebut dapat berupa membaca, menghubungi, mendaftar, atau membeli.
Sebelum menulis, tentukan tindakan yang ingin dilakukan pembaca. Tujuan tersebut akan membantu Anda memilih pesan, informasi, dan CTA yang sesuai.
Bedakan fitur dan manfaat
Fitur menjelaskan apa yang dimiliki produk. Manfaat menjelaskan dampak fitur tersebut bagi pelanggan.
“Tas memiliki banyak kompartemen.”
“Barang kerja lebih mudah dipisahkan sehingga Anda tidak perlu mencari terlalu lama.”
Gunakan keduanya. Fitur memberikan fakta, sedangkan manfaat membantu pelanggan memahami nilainya.
Jangan hanya menjelaskan apa yang dimiliki produk. Jelaskan juga bagaimana hal tersebut membantu pelanggan.
Mulai dari masalah pelanggan
Headline tidak harus langsung menyebut produk. Anda dapat memulai dari masalah yang sering dialami target pasar.
Sering kehilangan waktu karena data penjualan berantakan?
Gunakan struktur sederhana
Struktur yang mudah digunakan adalah masalah, solusi, manfaat, bukti, penawaran, dan CTA.
Anda tidak harus menyampaikan semua bagian dengan panjang yang sama. Sesuaikan struktur dengan media promosi dan kebutuhan pelanggan.
Gunakan bukti
Bukti dapat berupa testimoni, studi kasus, jumlah pelanggan, hasil penggunaan, foto proses, atau penjelasan yang dapat diverifikasi.
Jangan membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan.
Hindari klaim berlebihan
Kata seperti “pasti berhasil” atau “nomor satu” dapat menimbulkan keraguan jika tidak didukung bukti. Lebih baik jelaskan fakta dan kondisi penggunaannya.
“Strategi ini pasti membuat penjualan Anda meningkat!”
“Gunakan strategi ini untuk menyusun pesan promosi yang lebih jelas dan sesuai kebutuhan pelanggan.”
Fokus pada manfaat yang masuk akal dan dapat dijelaskan. Hindari menjanjikan hasil yang tidak bisa dipastikan.
Buat CTA spesifik
“Klik di sini” sering terlalu umum. CTA dapat menjelaskan tindakan yang harus dilakukan pembaca.
Pilih CTA berdasarkan tujuan materi promosi. Pembaca yang masih mencari informasi mungkin lebih cocok diarahkan ke panduan daripada langsung diminta membeli.
Contoh copywriting sederhana
Berikut contoh penerapan struktur copywriting untuk membantu calon pelanggan memahami halaman produk.
Banyak UMKM sudah punya produk bagus, tetapi calon pelanggan masih bingung memilih.
SolusiBuat halaman produk yang menjelaskan manfaat, ukuran, harga, dan cara penggunaan.
BuktiTambahkan foto penggunaan dan testimoni pelanggan yang nyata.
CTALihat contoh halaman produk.
Checklist copywriting
Gunakan checklist berikut sebelum menerbitkan materi promosi.
Kesimpulan
Copywriting menjadi lebih kuat ketika Anda berhenti berbicara hanya tentang produk dan mulai menjelaskan masalah pelanggan.
Tulis dengan bahasa yang sederhana. Gunakan satu pesan utama dalam satu materi. Sertakan bukti yang nyata dan CTA yang jelas.
Dengan pendekatan tersebut, calon pelanggan dapat lebih mudah memahami nilai produk dan menentukan tindakan berikutnya.
Buat Pesan Promosi yang Lebih Terarah
Pelajari cara menyusun pesan pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pelanggan dan tujuan bisnis Anda.
Konsultasi Sekarang