Media sosial membantu bisnis menjangkau audiens, tetapi email marketing memberi bisnis kanal komunikasi yang dapat dikelola sendiri. Untuk UMKM, email dapat digunakan untuk edukasi, promosi, dan menjaga hubungan dengan pelanggan.
Apa itu email marketing?
Email marketing adalah kegiatan mengirim pesan pemasaran melalui email kepada orang yang telah memberikan izin untuk menerima komunikasi.
Email dapat berisi edukasi, tips, berita bisnis, produk baru, atau penawaran.
Gunakan email untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi penerima, bukan sekadar mengirim promosi berulang.
Bangun database secara sehat
Jangan membeli database email. Buat alasan yang jelas agar orang mau mendaftar. Anda dapat menawarkan checklist, panduan, voucher, webinar, atau informasi eksklusif.
Jelaskan bahwa mereka akan menerima komunikasi dari bisnis Anda.
Database yang sehat dimulai dari orang yang memang ingin menerima komunikasi Anda.
Buat welcome email
Setelah seseorang mendaftar, kirim email sambutan. Perkenalkan bisnis, jelaskan apa yang akan mereka dapatkan, dan berikan satu langkah berikutnya.
Sesuaikan isi welcome email dengan janji yang diberikan saat seseorang mendaftar.
Kirim konten yang bermanfaat
Newsletter tidak harus selalu berisi promosi. Berikan tips, panduan, studi kasus, atau jawaban atas pertanyaan pelanggan.
Promosi dapat disisipkan ketika relevan.
Gunakan segmentasi
Tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan yang sama. Anda dapat membagi database berdasarkan pelanggan baru, pelanggan lama, produk yang pernah dibeli, atau minat yang diberikan saat mendaftar.
Segmentasi membuat pesan lebih relevan. Gunakan informasi yang diperoleh secara wajar dan sesuai dengan izin serta ekspektasi penerima.
Tulis subject yang jelas
Subject membantu penerima memahami isi email. Hindari klaim berlebihan atau pesan yang menyesatkan. Gunakan bahasa yang sesuai dengan brand dan isi email.
Subject harus mewakili isi email. Jangan menggunakan judul yang menjanjikan sesuatu tetapi tidak dibahas di dalamnya.
Gunakan satu CTA utama
Jika email memiliki terlalu banyak tujuan, pembaca dapat bingung. Pilih satu tindakan utama. Misalnya membaca artikel, melihat produk, atau mendaftar acara.
Ukur hasil
Pantau metrik seperti delivery rate, open rate jika tersedia, click rate, unsubscribe, leads, dan penjualan. Metrik harus dibaca bersama konteks. Jangan menilai kampanye hanya dari satu angka.
Open rate sebaiknya tidak menjadi satu-satunya indikator keberhasilan. Perhatikan juga klik, leads, penjualan, dan tujuan kampanye.
Hormati pelanggan
Sediakan cara berhenti berlangganan. Kirim email hanya kepada orang yang memberikan izin dan patuhi aturan yang berlaku.
Jelaskan jenis komunikasi yang akan diterima, jaga relevansi isi email, hormati pilihan penerima, dan proses permintaan berhenti berlangganan dengan baik.
Checklist email marketing
Gunakan checklist berikut sebelum menjalankan kampanye email.
Kesimpulan
Email marketing yang baik bukan tentang mengirim sebanyak mungkin email. Fokusnya adalah memberikan informasi yang relevan kepada orang yang memang ingin menerima komunikasi.
Mulailah dengan membangun database secara sehat, menyambut pelanggan baru, mengirim konten yang bermanfaat, dan menyesuaikan pesan dengan kebutuhan penerima.
Ukur hasil secara berkala dan hormati pilihan pelanggan. Dengan pendekatan tersebut, email dapat menjadi salah satu kanal untuk menjaga komunikasi dan mendukung tujuan bisnis.
Bangun Strategi Email Marketing untuk Bisnis Anda
Susun komunikasi yang bermanfaat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan di setiap tahap hubungan.
Konsultasi Sekarang