Tidak semua orang yang melihat konten langsung siap membeli. Karena itu, bisnis perlu memahami perjalanan pelanggan. Funnel marketing membantu Anda melihat proses tersebut dari tahap mengenal bisnis sampai membeli dan kembali menggunakan produk.
Apa itu funnel marketing?
Funnel marketing adalah kerangka untuk memahami tahapan calon pelanggan. Versi sederhana terdiri dari awareness, consideration, conversion, dan retention.
Setiap tahap membutuhkan pesan yang berbeda. Orang yang baru mengenal bisnis memerlukan informasi yang berbeda dari pelanggan yang sudah siap membeli.
Awareness
Pada tahap awareness, orang mungkin belum mengenal bisnis Anda. Konten edukasi, artikel, video, dan informasi masalah pelanggan cocok digunakan untuk menarik perhatian.
Berikan informasi yang relevan dengan masalah atau kebutuhan target pasar. Pada tahap ini, fokus utamanya adalah membantu audiens menemukan dan mengenali bisnis Anda.
Consideration
Pada tahap consideration, calon pelanggan sudah memahami masalah dan mulai mencari pilihan. Berikan konten yang membantu membandingkan solusi.
Contohnya panduan memilih produk, FAQ, studi kasus, atau perbandingan fitur. Bukti menjadi semakin penting pada tahap ini.
Jelaskan perbedaan solusi, manfaat, cara penggunaan, dan informasi lain yang dibutuhkan calon pelanggan untuk menentukan pilihan.
Conversion
Pada tahap conversion, calon pelanggan sudah dekat dengan keputusan. Berikan informasi harga, paket, cara membeli, jaminan, proses, dan CTA yang jelas.
Kurangi keraguan dengan informasi yang lengkap. Pastikan calon pelanggan memahami apa yang akan mereka dapatkan dan bagaimana cara melanjutkan transaksi.
Sediakan informasi yang dibutuhkan untuk membeli, mendaftar, meminta penawaran, atau menghubungi bisnis. Hindari langkah yang tidak perlu.
Retention
Pemasaran tidak berhenti setelah transaksi. Pelanggan lama dapat membeli kembali, menggunakan produk lebih banyak, atau merekomendasikan bisnis.
Berikan panduan penggunaan, layanan setelah pembelian, informasi produk baru, dan komunikasi yang relevan.
Bantu pelanggan mendapatkan manfaat dari produk dan tetap terhubung dengan bisnis setelah pembelian.
Contoh funnel marketing untuk UMKM
Misalnya bisnis menjual software kasir. Setiap tahap dapat didukung dengan konten yang berbeda, tetapi semuanya tetap saling terhubung.
Membantu pemilik usaha mengenali masalah pencatatan penjualan.
Membantu calon pelanggan memahami pilihan dan membandingkan kebutuhan.
Menjelaskan harga, fitur, paket, dan cara membeli.
Membantu pelanggan menggunakan produk dan memperoleh manfaat secara berkelanjutan.
Setiap konten memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya terhubung dalam satu perjalanan pelanggan.
Ukur setiap tahap
Metrik harus disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik bisnis. Tidak semua tahap perlu menggunakan ukuran yang sama.
Pilih metrik yang menunjukkan apakah pelanggan bergerak menuju tujuan bisnis, bukan sekadar mengumpulkan angka.
Jangan membuat funnel terlalu rumit
UMKM tidak membutuhkan puluhan tahap. Mulailah dengan tiga atau empat tahap yang jelas. Buat beberapa konten untuk setiap tahap. Kemudian lihat di mana calon pelanggan berhenti.
Tentukan tahap pelanggan, buat konten yang sesuai, berikan langkah berikutnya yang jelas, lalu evaluasi hasilnya secara berkala.
Checklist funnel marketing
Gunakan checklist berikut untuk memeriksa apakah pemasaran bisnis sudah mendukung perjalanan pelanggan.
Kesimpulan
Funnel marketing membantu bisnis melihat pemasaran sebagai perjalanan, bukan kumpulan posting yang berdiri sendiri.
Mulai dari memahami kebutuhan audiens, membantu mereka mempertimbangkan solusi, memudahkan pembelian, hingga menjaga hubungan setelah transaksi.
Bangun funnel yang sederhana dan sesuai dengan kemampuan bisnis. Setelah itu, pantau setiap tahap untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.
Bangun Strategi Marketing yang Lebih Terarah
Susun konten dan langkah pemasaran berdasarkan kebutuhan calon pelanggan di setiap tahap perjalanan mereka.
Konsultasi Sekarang