Riset kata kunci produk di marketplace

Riset Kata Kunci Produk di Marketplace: Cara Menemukan Keyword yang Dicari Pembeli

Riset Kata Kunci Produk di Marketplace: Cara Menemukan Keyword yang Dicari Pembeli

Produk sudah diunggah ke marketplace, tetapi calon pembeli sulit menemukannya? Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah kata kunci produk di marketplace.

Banyak UMKM memasukkan nama produk berdasarkan kebiasaan sendiri. Padahal, calon pembeli bisa menggunakan kata yang berbeda saat mencari produk.

Contohnya, penjual mungkin menulis nama produk “Tas Selempang Wanita Model Terbaru”. Sementara itu, calon pembeli mungkin mengetik “tas selempang wanita”, “tas kecil wanita”, atau “tas selempang wanita untuk jalan”.

Perbedaan kata tersebut terlihat sederhana. Namun, kata yang digunakan pembeli dapat memengaruhi apakah produk lebih mudah ditemukan atau tidak.

Karena itu, sebelum mengubah judul produk, sebaiknya lakukan riset kata kunci terlebih dahulu.

Mengapa Riset Kata Kunci Produk di Marketplace Penting?

Marketplace memiliki banyak produk yang saling bersaing.

Ketika seseorang mengetik kata tertentu pada kolom pencarian, marketplace harus menentukan produk mana yang paling sesuai untuk ditampilkan.

Karena itu, penggunaan kata yang relevan membantu marketplace memahami produk yang Anda jual.

Riset kata kunci juga membantu UMKM memahami cara calon pembeli mencari produk.

Dengan mengetahui kata yang digunakan pelanggan, Anda dapat membuat:

  • judul produk yang lebih relevan,
  • deskripsi yang lebih jelas,
  • kategori produk yang lebih tepat,
  • dan informasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pencarian.

Namun, riset kata kunci bukan berarti memasukkan sebanyak mungkin kata ke dalam judul.

Tujuannya adalah menemukan keyword yang benar-benar berhubungan dengan produk dan kebutuhan pembeli.

Apa yang Dimaksud Keyword Produk di Marketplace?

Keyword produk adalah kata atau frasa yang digunakan calon pembeli ketika mencari produk di marketplace.

Contohnya, untuk produk tas:

  • tas wanita
  • tas selempang wanita
  • tas kecil wanita
  • tas selempang kulit
  • tas wanita untuk kerja

Setiap keyword memiliki maksud pencarian yang berbeda.

Orang yang mencari “tas wanita” mungkin masih melihat berbagai pilihan.

Sementara itu, orang yang mencari “tas selempang wanita untuk kerja” sudah memiliki kebutuhan yang lebih spesifik.

Perbedaan tersebut penting ketika memilih kata kunci untuk produk.

Mulai dari Produk, Bukan dari Keyword

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencari keyword populer terlebih dahulu, kemudian memaksakan keyword tersebut ke produk.

Cara yang lebih aman adalah mulai dari produk.

Tanyakan:

  1. Produk apa yang dijual?
  2. Apa jenis produknya?
  3. Siapa calon pembelinya?
  4. Apa kegunaan produk?
  5. Apa bahan atau karakteristik utamanya?
  6. Apa yang membedakannya dari produk lain?
  7. Dalam kondisi seperti apa produk tersebut digunakan?

Misalnya Anda menjual tas selempang wanita untuk kerja.

Dari produk tersebut, Anda dapat membuat beberapa kelompok kata:

Jenis produk:

  • tas wanita
  • tas selempang
  • tas kerja

Target pengguna:

  • wanita
  • perempuan
  • ibu
  • pekerja

Kebutuhan:

  • untuk kerja
  • untuk kantor
  • untuk aktivitas sehari-hari

Karakteristik:

  • bahan kulit
  • ukuran kecil
  • banyak kompartemen

Kelompok tersebut kemudian dapat digunakan untuk mencari keyword yang lebih spesifik.

Cara Menemukan Keyword yang Dicari Pembeli

1. Gunakan Kolom Pencarian Marketplace

Salah satu cara paling sederhana adalah menggunakan fitur pencarian marketplace.

Masukkan kata dasar yang berkaitan dengan produk.

Misalnya:

tas wanita

Perhatikan saran pencarian yang muncul.

Saran tersebut dapat memberikan gambaran tentang kata atau frasa yang sering digunakan dalam pencarian.

Lakukan hal yang sama dengan beberapa variasi kata.

Misalnya:

  • tas wanita
  • tas selempang
  • tas kerja wanita
  • tas kecil wanita

Catat kata yang relevan dengan produk Anda.

2. Perhatikan Produk yang Muncul

Setelah memasukkan keyword, lihat produk yang muncul.

Perhatikan bagaimana penjual lain menjelaskan produknya.

Anda dapat mencatat:

  • kata yang sering digunakan,
  • jenis produk,
  • karakteristik produk,
  • manfaat,
  • dan pola judul produk.

Tujuannya bukan menyalin judul kompetitor.

Gunakan informasi tersebut untuk memahami bahasa yang digunakan dalam kategori produk tersebut.

3. Lihat Bahasa yang Digunakan Pelanggan

Jangan hanya melihat keyword dari sisi penjual.

Periksa juga pertanyaan pelanggan.

Misalnya pelanggan sering bertanya:

  • “Ada ukuran untuk laptop?”
  • “Cocok untuk kerja?”
  • “Muatan banyak?”
  • “Bisa dipakai untuk kuliah?”
  • “Bahannya apa?”

Pertanyaan tersebut dapat menunjukkan kebutuhan pelanggan yang belum tentu terlihat dari nama produk.

Dari sini, Anda dapat menemukan istilah yang lebih dekat dengan kebutuhan pembeli.

4. Kelompokkan Keyword Berdasarkan Maksudnya

Setelah mengumpulkan keyword, jangan langsung memasukkannya ke judul.

Kelompokkan terlebih dahulu.

KelompokContoh
Produktas wanita
Jenistas selempang
Penggunawanita
Kebutuhanuntuk kerja
Karakteristikbahan kulit
Penggunaanuntuk kantor

Dengan pengelompokan ini, Anda lebih mudah menentukan keyword utama dan keyword pendukung.

Bedakan Keyword Utama dan Keyword Pendukung

Tidak semua keyword memiliki posisi yang sama.

Keyword utama adalah kata atau frasa yang paling menggambarkan produk.

Contohnya:

tas selempang wanita

Kemudian ada keyword pendukung seperti:

  • tas wanita
  • tas kerja wanita
  • tas selempang untuk kerja
  • tas wanita untuk kantor

Keyword pendukung dapat membantu menjelaskan produk secara lebih lengkap.

Yang perlu dihindari adalah menggunakan semua keyword sekaligus secara berlebihan.

Pilih Keyword yang Relevan dengan Produk

Keyword yang ramai dicari belum tentu menjadi pilihan terbaik.

Bayangkan produk Anda adalah tas selempang wanita untuk kerja.

Jika Anda hanya mengejar keyword “tas”, persaingannya sangat luas.

Selain itu, orang yang mencari “tas” belum tentu sedang mencari tas selempang untuk kerja.

Keyword yang lebih spesifik dapat membantu menjangkau calon pembeli dengan kebutuhan yang lebih sesuai.

Karena itu, pertimbangkan tiga hal:

Relevansi → Kebutuhan pembeli → Kesesuaian dengan produk

Keyword yang dipilih harus tetap menggambarkan produk sebenarnya.

Jangan Memasukkan Keyword Secara Paksa

Riset keyword bukan alasan untuk membuat judul yang sulit dibaca.

Contoh judul yang terlalu dipaksakan:

Tas Wanita Tas Selempang Wanita Tas Kerja Wanita Tas Kantor Wanita Tas Kecil Wanita

Judul tersebut memang memiliki banyak keyword. Namun, pembeli akan kesulitan memahami informasi utamanya.

Judul produk sebaiknya tetap natural.

Contoh yang lebih mudah dipahami:

Tas Selempang Wanita untuk Kerja, Bahan Kulit dengan Kompartemen

Keyword utama tetap terlihat.

Informasi produk juga lebih jelas.

Sesuaikan Keyword dengan Kebutuhan Pembeli

Keyword yang baik bukan hanya menggambarkan produk.

Keyword juga harus memiliki hubungan dengan kebutuhan pembeli.

Contohnya:

“tas selempang wanita”

menjelaskan jenis produk.

Sedangkan:

“tas selempang wanita untuk kerja”

memberikan konteks kebutuhan.

Jika produk memang digunakan untuk bekerja, keyword yang lebih spesifik tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih relevan.

Namun, jangan menambahkan keterangan “untuk kerja” jika produk sebenarnya tidak cocok untuk kebutuhan tersebut.

Keyword harus mengikuti produk, bukan produk yang dipaksa mengikuti keyword.

Buat Daftar Keyword Sebelum Mengubah Produk

Sebelum mengedit listing marketplace, buat tabel sederhana.

KeywordRelevan?Tujuan
tas wanitaYaKeyword umum
tas selempang wanitaYaKeyword utama
tas kerja wanitaYaKebutuhan
tas kantor wanitaYaPenggunaan
tas laptop priaTidakTidak sesuai produk

Tabel sederhana seperti ini membantu mengurangi kesalahan saat memilih keyword.

Anda juga dapat menggunakannya untuk produk lain.

Riset Keyword Tidak Berhenti pada Satu Kata

Satu produk dapat memiliki beberapa cara pencarian.

Calon pembeli mungkin mencari berdasarkan:

  • jenis produk,
  • bahan,
  • ukuran,
  • fungsi,
  • pengguna,
  • warna,
  • atau kebutuhan.

Misalnya produk yang dijual adalah botol minum untuk olahraga.

Keyword yang mungkin relevan antara lain:

  • botol minum olahraga,
  • botol minum gym,
  • botol minum olahraga 1 liter,
  • botol minum tahan bocor.

Tidak semua keyword harus digunakan.

Pilih istilah yang memang sesuai dengan produk dan cara pelanggan mencarinya.

Setelah Mendapatkan Keyword, Apa yang Harus Dilakukan?

Riset keyword adalah tahap awal.

Keyword yang sudah ditemukan kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki informasi produk.

Prioritaskan bagian yang paling penting:

  1. Judul produk
  2. Deskripsi produk
  3. Atribut produk
  4. Kategori
  5. Informasi pendukung lainnya

Gunakan keyword secara natural.

Judul tetap harus mudah dibaca manusia.

Deskripsi juga harus membantu calon pembeli memahami produk, bukan sekadar menjadi kumpulan keyword.

Checklist Riset Kata Kunci Produk di Marketplace

Sebelum menentukan keyword, gunakan checklist berikut.

Memahami Produk

  • Jenis produk sudah jelas
  • Target pembeli sudah diketahui
  • Fungsi produk sudah jelas
  • Karakteristik produk sudah dicatat
  • Kebutuhan pelanggan sudah dipahami

Mencari Keyword

  • Sudah mencoba beberapa kata dasar
  • Sudah melihat saran pencarian marketplace
  • Sudah melihat produk yang muncul
  • Sudah mencatat bahasa yang digunakan pelanggan
  • Sudah mengumpulkan beberapa variasi keyword

Memilih Keyword

  • Keyword relevan dengan produk
  • Keyword sesuai kebutuhan pembeli
  • Ada keyword utama
  • Ada keyword pendukung
  • Tidak menggunakan keyword yang tidak sesuai

Menggunakan Keyword

  • Judul tetap mudah dibaca
  • Keyword tidak diulang berlebihan
  • Deskripsi tetap natural
  • Informasi produk tetap akurat
  • Tidak memasukkan keyword hanya karena terlihat populer

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Riset Keyword

Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat riset keyword menjadi kurang efektif.

Hanya Mengandalkan Perasaan Penjual

Penjual sering menggunakan istilah yang menurut mereka paling tepat.

Masalahnya, istilah tersebut belum tentu sama dengan bahasa yang digunakan pembeli.

Mengejar Keyword yang Terlalu Umum

Keyword yang sangat umum memang terlihat menarik.

Namun, keyword tersebut bisa memiliki persaingan yang luas dan maksud pencarian yang kurang spesifik.

Meniru Judul Kompetitor

Melihat kompetitor boleh dilakukan untuk memahami pola pasar.

Namun, jangan menyalin judul mereka.

Produk Anda mungkin memiliki karakteristik dan target pembeli yang berbeda.

Memasukkan Terlalu Banyak Keyword

Keyword stuffing membuat judul terlihat tidak natural.

Prioritaskan kejelasan produk dan kebutuhan pembeli.

Tidak Mengecek Kesesuaian Produk

Keyword yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan barang yang dijual.

Jangan menggunakan keyword hanya karena terlihat banyak dicari.

Kapan UMKM Perlu Bantuan untuk Riset Keyword?

Riset sederhana dapat dilakukan sendiri, terutama jika jumlah produknya masih sedikit.

Namun, bantuan mulai masuk akal ketika:

  • jumlah produk sudah banyak,
  • setiap produk memiliki target pencarian berbeda,
  • listing sulit mendapatkan hasil,
  • tim bingung menentukan keyword utama,
  • atau optimasi marketplace perlu dilakukan secara lebih menyeluruh.

Dalam kondisi tersebut, masalahnya bukan hanya mencari satu keyword.

Anda perlu melihat hubungan antara keyword, judul produk, listing, kategori, penawaran, dan kebutuhan pembeli.

Konsultasi dapat membantu bisnis menentukan prioritas tersebut berdasarkan kondisi toko, bukan sekadar mengikuti keyword yang sedang populer.

Kesimpulan

Riset kata kunci produk di marketplace membantu UMKM memahami bagaimana calon pembeli mencari produk.

Prosesnya dapat dimulai dari hal sederhana:

Kenali produk → Cari variasi keyword → Lihat pencarian marketplace → Perhatikan bahasa pelanggan → Kelompokkan keyword → Pilih keyword yang relevan → Gunakan secara natural.

Tidak perlu memasukkan sebanyak mungkin keyword.

Yang lebih penting adalah memilih kata yang sesuai dengan produk dan kebutuhan calon pembeli.

Dengan riset yang lebih terarah, optimasi listing marketplace tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan.

Jika Anda masih bingung menentukan keyword yang tepat untuk produk atau memiliki banyak listing yang perlu dioptimasi, langkah berikutnya adalah melakukan audit dan menyusun prioritas keyword berdasarkan kondisi toko.

Riset dulu keyword-nya, lalu optimalkan listing berdasarkan apa yang benar-benar dicari pembeli.

Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping