Riset Keyword untuk Pemula: Cara Menemukan Topik yang Dicari Pelanggan

Jika Anda ingin artikel website ditemukan melalui Google, salah satu pekerjaan awal yang perlu dilakukan adalah riset keyword. Riset keyword membantu Anda memahami kata dan pertanyaan yang digunakan calon pelanggan saat mencari informasi.

Apa itu keyword?

Keyword adalah kata atau frasa yang digunakan orang ketika melakukan pencarian di mesin pencari.

Contoh keyword

Pemilik usaha mungkin mencari:

cara promosi UMKM digital marketing untuk toko online cara membuat iklan Facebook

Keyword bukan sekadar daftar kata. Anda perlu memahami tujuan di balik pencarian.

Pahami search intent

Search intent adalah maksud pengguna ketika mencari sesuatu.

Ada pencarian untuk belajar, membandingkan, mencari produk tertentu, atau mencari website tertentu.

01 Keyword informasional

Pengguna ingin mendapatkan informasi atau mempelajari sesuatu. Jenis keyword ini cocok untuk artikel edukasi.

02 Keyword menuju keputusan

Pengguna mulai mempertimbangkan produk, jasa, harga, atau pilihan tertentu.

Untuk artikel edukasi, fokuslah pada keyword yang menunjukkan kebutuhan informasi.

Contohnya adalah “cara membuat konten Instagram untuk UMKM”.

Jika seseorang mencari “harga jasa SEO”, kebutuhan mereka sudah lebih dekat ke keputusan pembelian. Jenis konten yang dibuat tentu berbeda.

Cari keyword dari pertanyaan pelanggan

Sumber keyword terbaik sering kali ada di sekitar bisnis Anda.

Kumpulkan pertanyaan dari WhatsApp, komentar, sales, customer service, marketplace, dan percakapan langsung.

03 Gunakan pertanyaan nyata

Misalnya pelanggan sering bertanya, “Bagaimana cara menentukan harga produk?” Pertanyaan tersebut dapat menjadi ide keyword dan artikel.

Gunakan keyword yang lebih spesifik

Keyword pendek biasanya memiliki cakupan luas. Keyword panjang atau long-tail keyword lebih spesifik.

Bandingkan

digital marketing

menjadi:

digital marketing untuk UMKM makanan

Keyword spesifik membantu Anda membuat artikel yang fokus. Selain itu, pembaca yang datang biasanya sudah memiliki kebutuhan yang lebih jelas.

Kelompokkan keyword berdasarkan topik

Setelah mengumpulkan keyword, kelompokkan kata yang memiliki tujuan pencarian serupa.

Misalnya kelompok “target pasar” dapat berisi cara menentukan target pasar, contoh target pasar UMKM, dan cara membuat customer persona.

Dari satu kelompok, tentukan satu artikel utama. Keyword lain dapat digunakan sebagai subtopik atau artikel pendukung.

Prioritaskan berdasarkan manfaat bisnis

Jangan hanya mengejar keyword dengan volume pencarian besar. Pertimbangkan juga relevansi dengan produk, kebutuhan pelanggan, dan peluang bisnis.

Keyword dengan pencarian lebih kecil tetapi sangat relevan dapat menghasilkan pengunjung yang lebih berkualitas.

Relevansi Sesuai dengan produk atau jasa bisnis.
Kebutuhan Menjawab masalah yang sering ditanyakan pelanggan.
Kemampuan Bisnis mampu memberikan jawaban yang berguna.

Buat prioritas sederhana: relevansi tinggi, kebutuhan pelanggan tinggi, dan kemampuan bisnis menjawab topik tersebut.

Ubah keyword menjadi judul

Keyword “cara menentukan target pasar” dapat menjadi judul:

Contoh judul

Cara Menentukan Target Pasar agar Promosi UMKM Lebih Tepat

Judul harus jelas dan sesuai isi. Hindari membuat judul yang menarik tetapi tidak menjawab kebutuhan pembaca.

Checklist riset keyword

Gunakan checklist berikut sebelum mulai menulis artikel.

Kesimpulan

Riset keyword tidak harus rumit. Untuk bisnis kecil, memahami pertanyaan pelanggan dan mengubahnya menjadi konten yang berguna sudah menjadi fondasi yang kuat.

Mulai dari masalah yang sering ditanyakan pelanggan. Temukan keyword yang sesuai. Pahami tujuan pencariannya. Setelah itu, ubah keyword tersebut menjadi artikel yang jelas dan relevan.

Ingin Bisnis Anda Lebih Mudah Ditemukan Online?

Pelajari strategi digital marketing yang dapat diterapkan secara praktis untuk mengembangkan bisnis Anda.

Konsultasi Sekarang

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping